Ini merupakan Sejarah Desa Paskah

Kali ini mimin akan mengungkap sejarah Desa Pengastulan di Seririt, Buleleng – kabupaten Bali. Desa ini di Bali Utara mempunyai 4 dusun dengan total luas kurang lebih 76,5 ha serta mempunyai populasi kurang lebih 4468 jiwa. Tapi tahukah kamu bagaimana asal muasal desa ini? Nah mengikuti sejarah ..

Baca juga : Nusa Penida Tour Packages dan Nusa Penida Tour

Sejarah Desa Pengastulan

Kastil merupakan suatu desa, terletak di pantai utara pulau Bali serta merupakan salah satu desa nelayan di kabupaten Buleleng, khususnya di Kabupaten Seririt. Berdasarkan prasasti yg ditulis dengan karakter (hurup) Bali diatas daun lontar yg di temukan telah lapuk belum lama ini, Desa Pengastulan didirikan pada hari Rabu (Budha), Paing, wara landep, sasih Kapat, tit tanggal paing 8, Isaka warsa tahun 1381.

Sebelumnya, nama Desa Muntis yg memalukan akan menjadi tiga desa, yaitu Desa Pengastulan, Desa Bubunan, serta Desa Sulanyah. Desa Muntis terletak di sebelah timur jalan utama, di kurang lebih pelemahan kuil-kuil Kendal. Kuburan desa terletak di sebelah barat serta selatan dari makam Pura Dalem hingga dikala ini. Desa ini berkembang pesat, sebab tanah di sekitarnya sangat subur. Air pengairan sawah sangat membeludak sebab lokasi segi sungai saba yg tak sempat kering. Ditambah dengan penduduk desa yg lumayan rajin, sebagai Nelayan, tak mengherankan bahwa kondisi sangat makmur.

Orang-orang dari luar juga datang sebagai pedagang serta bahkan berbagai yg semakin nasib sebagai warga. Di antara para pedagang yg datang, orang-orang Cina itu. Pada dikala itu desa Muntis dikelilingi oleh semak-semak, ada suatu batu besar yg orang-orang telah selamatkan, beruntung. Mereka tak jarang mengunjungi serta memperingati serta mengagumi. Pedagang Cina juga tak jarang datang untuk meminta berkat serta keselamatan di depan Ida Bhatara yg ambisius. Karena permohonan mereka tak jarang diterima, jadi pada batu besar itu dibuat “pelinggih” yg besar, yg kemudian menjadi Pura, bernama Pura Gede.

Pada dikala perkembangan kuil, ajaran donasi, tergolong kontribusi dari pedagang Cina. Telah memang bahwa tak sedikit furnitur buatan Cina, piring, cangkir, dll melekat pada dekorasi dinding kuil. Sesuai dengan keyakinan orang-orang, di duduk, ia duduk Ida Bhatara Agung Ngurah Angker. Di sebelahnya ada pelinggih, semacam Pelinggih Ida Ayu Manik Galih serta palinggih lainnya tergolong Pura Segara.

Juga dikenal sebagai Bale Agung kurang lebih pelinggih pelinggih dipakai sebagai daerah konvensi alias pertemuan oleh penduduk kerak subak Puluran serta Belumbang. Bale Agung hingga kini merupakan satu-satunya Bale Agung Desa Pengastulan, Bubunan serta Sulanyah. Populasi Desa Muntis semakin bertambah. Lebih tak sedikit serta lebih Padat. Untuk menanggulangi Kepadatan Penduduk, monster desa serta subakida mengadakan pawai yg dipimpin oleh Jro Bendesa. Dalam pertemuan itu disepakati kerusakan desa, serta semua keluarga dipindahkan ke lokasi terdekat. Alasan lain untuk transfer penduduk merupakan bahwa Desa Muntis terletak di kepala Pura Gede suci, serta tak jarang dianggap sebagai bencana.

Pada orang-orang dewasa yg baik, yaitu hari Rabu, 1381 alias 1459 semacam yg disebutkan di atas, migrasi dimulai, dimulai dengan hutan semak. Mereka yg bekerja sebagai nelayan, melarikan diri ke utara serta kemudian membangun perumahan di kurang lebih Pura Gede. Karena candi merupakan daerah pemujaan alias puri, jadi nama desa ini disebut Desa Pengastulan….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *